Seberapa Penting Penerapan Konsep ‘Green Building’ untuk Indonesia?

Green building atau bangunan ramah lingkungan menjadi salah satu topik yang banyak diangkat sejak beberapa tahun lalu. Topik ini berkaitan dengan pembangunan rumah, apartemen, kantor, ruko, dan gedung lainnya yang berkonsep ramah lingkungan. Hal ini juga sering dikatakan penting untuk masa depan, namun belum dipahami oleh masyarakat kebanyakan.

Seperti apa itu bangunan yang ramah lingkungan? Apa pentingnya menerapkan konsep tersebut pada hunian? Bagaimana perkembangan penerapannya? Banyak sekali pertanyaan dasar mengenai green building. Penjelasan umum yang seharusnya disosialisasikan agar bisa dipahami bersama oleh masyarakat.

Pasalnya, ketika berbicara tentang green building, kita akan disuguhkan gambar atau arsitektur gedung mewah yang tampak mahal dan asri. Fasilitasnya berisi teknologi canggih, dekorasi terkini yang ramah lingkungan, dan segala hal yang tampak ‘wah’.

Hal ini menimbulkan persepsi bahwa green building hanya untuk kalangan menengah ke atas. Bangunan yang dirancang oleh profesional, mengikuti tren terkini, dan dibanderol dengan harga tinggi. Sedangkan masyarakat menengah dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), lebih memilih rumah bersubsidi atau rumah KPR.

Kebutuhan akan bangunan layak huni pun kini banyak diminati dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Padahal bila memahami tentang konsep green building, bangunan yang layak huni tersebut berkaitan erat dengan bangunan ramah lingkungan. Sebab konsep rumah idaman identik dengan konsep green building. Tak percaya? Coba simak ulasan berikut ini:

1. ‘Green Building’, Bangun Kehidupan Untuk Masa Depan
Secara umum, green building merupakan perencanaan bangunan untuk membuat hidup lebih baik dan memenuhi kebutuhan generasi berikutnya. Khususnya yang berkaitan dengan kelestarian alam, kesehatan, dan juga sosial.

Anda pasti sudah bisa merasakan bahwa kerusakan alam sudah terjadi di berbagai lini kehidupan dan memicu beragam bencana. Sejumlah masyarakat pun gencar menyuarakan perbaikan dan keseimbangan lingkungan. Satu di antara program tersebut ialah konsep green building yang menyasar pembangunan gedung, rumah, apartemen, perkantoran, dan sebagainya.

Konsep tersebut mencoba melakukan efisiensi pada empat faktor, di antaranya:

Efisiensi Desain Struktur

Tahap konsep dan desain merupakan dasar dalam setiap proyek konstruksi. Tahap ini juga mempengaruhi biaya hingga kinerja proyek. Tujuan konsep green building di tahap ini ialah meminimalkan dampak pembangunan, mulai dari pelaksanaan hingga penggunaan. Bila tahap ini tidak efisien, maka akan memberikan efek buruk pada lingkungan. Misalnya pemakaian bahan bangunan yang sangat banyak atau pemborosan.

Efisiensi Energi

Konsep green building juga mencakup langkah-langkah hemat energi. Baik energi yang dibutuhkan sehari-hari seperti udara dan sinar matahari yang masuk ke bangunan maupun energi dari sisi operasional. Contohnya, bangunan yang memakai kayu cenderung menghasilkan energi pembuangan lebih rendah ketimbang bahan dari batu, beton, atau baja. Efisiensi energi pada bangunan juga berkaitan dengan penggunaan listrik.

Efisiensi Air

Manusia tak bisa hidup tanpa air itu adalah kebenaran, sementara pasokan air bersih masih jadi polemik tersendiri. Untuk itu konsep green building juga memerhatikan efisiensi penggunaan air. Termasuk cara mendapatkan air dan pengelolaannya yang ramah lingkungan. Misalnya untuk mendapatkan air bisa dengan tandon air penadah hujan, sumur resapan, dan sebagainya.

Efisiensi Material

Pembangunan tentu berkaitan dengan material penyusunnya. Hal ini juga ada hubungannya dengan efisiensi desain struktur. Untuk menerapkan konsep green building sebaiknya memakai material yang sesuai kebutuhan, tidak lebih dan tidak juga kurang. Patut diingat, semakin banyak material yang dipakai, maka akan semakin memberatkan dana pembangunan, dampak pada lingkungan, pengeluaran energi dalam konstruksi, dan sebagainya.

2. Manfaat ‘Green Building’ Untuk Kehidupan Manusia
Dari konsep yang dijabarkan sebelumnya, bisa dilihat bahwa konsep green building memiliki banyak manfaat, baik untuk lingkungan maupun kehidupan manusia sendiri. Beberapa manfaat bangunan ramah lingkungan antara lain:

Penghematan

Banyak hal yang bisa dihemat bila Anda menerapkan konsep ini untuk hunian. Mulai dari hemat biaya pembangunan, hemat listrik, hemat air, dan hemat energi. Dampaknya tentu pada keuangan dan pengeluaran bulanan yang lebih mudah dan ringan.

Dalam penerapannya, konsep green building memang relatif lebih mahal di awal, tapi hemat di hasil dan jangka panjang. Hal ini sudah dibuktikan dalam sejumlah studi.

Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Hidup

Penghuni bangunan yang menggunakan konsep green building faktanya berpengaruh pada peningkatan produktivitas. Contohnya dibuktikan dalam penelitian pada 31 green building di kota Seattle. Hasil studi menunjukkan absen pekerja bisa dikurangi hingga 40 persen.

Sementara studi yang dilakukan Cushman & Wakefield melaporkan ada penurunan 30 persen hari sakit di antara para karyawan dan kenaikan keuntungan karena kinerja karyawan meningkat. Hal serupa juga berlaku pada kualitas hidup manusia.

Bangunan ramah lingkungan ternyata bisa meminimimalisir stres, peningkatan gaya hidup, kehidupan yang lebih sehat, dan lingkungan sosial yang baik.

Penghuni Green Building Lebih Sehat

Bangunan ramah lingkungan benar-benar menghindarkan banyak masalah kesehatan. Mulai dari ventilasi udara, material bangunan bebas racun, pencahayaan, dan sebagainya. Hal-hal yang selama ini jadi kekhawatiran penghuni rumah dan banyak dibagi solusinya.|

Solusi berupa tips dan trik menciptakan hunian sehat dan nyaman memang efektif. Namun, manfaatnya akan maksimal bila konsep bangunan menerapkan green building.

Nilai Jual Tinggi

Green building berupa hunian maupun gedung komersial menyimpan nilai jual yang tinggi. Nilai tersebut bisa dilihat dari utilitas dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah.

Tak hanya itu, guna menyemarakkan keinginan pengembang dan masyarakat akan bangunan hijau, sejumlah negara meloloskan ketetapan pajak. Hemat, sehat, dan kemudahan menjanjikan yang banyak ditawarkan oleh konsep green building.

Jadi, bila ada pertanyaan seberapa penting penerapan konsep green building untuk rakyat Indonesia? Tentu sangat penting dan penjelasannya mengacu pada pembahasan di atas.

Sumber Tulisan : www.rumahku.com

April 15, 2016