Sayembara Desain Onduline Green Roof Award 2019

PT Onduline Indonesia, produsen atap ringan dari material bitumen, serat selulosa, organik, resin dan mineral-mineral yang ramah lingkungan dan hemat biaya dengan brand Onduline dan Onduvilla, mendorong para profesional arsitek berpartisipasi dalam ajang Onduline Green Roof Award (OGRA) pada tahun ke-empat ini. “Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan mendorong para arsitek muda dalam memberikan solusi yang konseptual dan berkelanjutan terkait kebutuhan desain atap yang kuat namun tetap ramah lingkungan dan cocok untuk daerah tropis” ujar Country Director PT Onduline Indonesia Tatok Prijobodo saat konferensi pers di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (24/1/2019).

OGRA merupakan wujud apresiasi setinggi-tingginya dari PT Onduline Indonesia bagi kemajuan bidang arsitektur di Indonesia melalui kompetisi desain yang berfokus pada desain atap. Kali ini, sayembara dua tahunan tersebut mengangkat tema “Tropical Green Roof System”, selaras dengan diluncurkannya produk terbaru Onduline, yaitu Ondugreen, produk atap ramah lingkungan yang cocok diaplikasikan pada area-area terbuka, seperti dak beton pada bangunan high res building seperti perhotelan, perkantoran, bahkan untuk dak rumah seperti kanopi santai di atas dak beton, garasi, gazebo (bale terbuka), dan sejenisnya. Melalui tema tersebut, para peserta dapat mengeluarkan gagasannya sekreatif dan seinovatif mungkin terkait sistem green roof yang cocok untuk iklim tropis Indonesia. Juga bagaimana sistem tersebut dapat terpasang pada atap bangunan dengan tetap memperhatikan berbagai isu teknis green roof, seperti kemampuan tahan air dan sistem drainase.

Pendaftarannya dibuka mulai 1 Februari 2019 hingga 30 Agustus 2019. Tatok berharap, peserta yang mengikuti seleksi pada tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. “Kami menargetkan 160 karya desain masuk di tahun ini, lebih tinggi dari sayembara yang sama dua tahun sebelumnya sekitar 120 karya,” katanya. Kegiatan OGRA juga merupakan ajang peningkatan kualitas arsitek di bidang desain arsiktektur, sehingga peluang bersaing di pasar global semakin besar. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan desain arsitektur karya anak bangsa di mata dunia,” ucap Tatok.

Tatok mengatakan, OGRA terbuka bagi para professional di bidang arsitek, desainer interior, developer, konsultan perencana dan kontraktor pelaksana yang telah berprofesi minimal satu tahun. Syaratnya pun mudah, yakni gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dalam lomba apapun. Peserta bebas menentukan desain penyelesaian dan instalasi atap sesuai dengan iklim tropis Indonesia, asalkan tetap dapat diterapkan di lapangan. Bentuk bangunan bisa berupa gedung komersial (high rise) selain rumah tinggal. Luas bangunan atap mulai 150 hingga 350 m2. “Kami juga mencari desain atap ramah lingkungan yang mempertimbangkan karakteristik lokal, selain cocok dengan iklim tropis di Indonesia,” tambahnya.

Tatok bersama-sama Chair Person of Green Building Council Indonesia Naning Adiwoso dan Core Founder Green Building Council Indonesia yang juga Principal of Tropica Greeneries Anggia Murni bertindak sebagai dewan juri. Seluruh karya desain akan dibukukan secara eksklusif dalam buku Tropical Green Roof Desain dan didistribusikan secara nasional. Pemenang akan diumumkan pada pertengahan September 2019, dengan rincian hadiah uang tunai total senilai Rp75 juta dan dua IPAD AIR.

FORMULIR PENDAFTARAN OGRA 2019
FORMULIR PENDAFTARAN OGRA 2019

Pesyaratan sayembara desain OGRA jadi PANDUAN SAYEMBARA DESAIN OGRA 2019
PANDUAN SAYEMBARA DESAIN (TOR)

sumber & Info selengkapnya dapat mengunjungi : https://id.onduline.com

5 months ago