Sayembara Desain Alun-alun Berhadiah Rp100 Juta

Pemerintah Kota Depok mulai bersiap merealiasikan pembangunan alun-alun di kawasan Grand Depok City (GDC), Kelurahan Jatimulya, Cilodong, yang sudah begitu lama keberadaannya diidam-idamkan warga Kota Depok dengan mengadakan sayembara desain alun-alun berhadiah.
Tahapan panjang pembangunan alun-alun yang direncanakan akan dilaksanakan pada 2018 mendatang ini adalah dengan mempersiapkan rancangan atau desain bentuk alun-alun tersebut.
Luar biasanya lagi, pembuatan desain ini melibatkan warga Depok. Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Pemkot memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsih mengenai desain alun-alun. Disrumkim membuka sayembara perancangan desain dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.
“Pembangunan alun-alun di lahan seluas 3,6 hektar, pada 2018 mendatang dibangun. Saat ini baru akan dilaksanakan pembuatan desainnya. Masyarakat dilibatkan melalui sayembara. Sayembara dibuka untuk masyarakat umum yang memiliki kemampuan di bidang perancangan atau memiliki latar belakang arsitek. Sayembara ini bukan untuk perorangan, tapi perkelompok,” ungkap Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok Dadan Rustandi, kemarin.
Dadan menjelaskan, peserta sayembara ini adalah kelompok yang berisi tiga sampai lima orang. Setiap kelompok mengirimkan model rancangan berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi.
”Setiap rancangan atau disain yang telah dibuat wajib melampirkan perkiraan biaya yang dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perencanaan Tata Bangunan Dinas Rumkim Kota Depok, Veny Apriola, mengutarakan para peserta sayembara akan dinilai oleh tim, yang terdiri dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, Kepala Disrumkim Kota Depok, Kepala Bappeda Kota Depok, Ketua Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Barat, dan Kepala Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
“Sayembara ini berhadiah total Rp100 juta. Juara pertama mendapatkan Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta,” tuturnya.
Sayembara ini diharapkan bisa menghasilkan gagasan kreatif dan komprehensif, yang akan menjadi dasar perencanaan dan pembangunan RTH.
“Sayembara ini juga sebagai sarana untuk mengajak masyarakat dalam perancangan ruang terbuka hijau (RTH), sehingga RTH sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Depok,” katanya.
Nantinya, selain menjadi ruang publik, alun-alun Kota Depok bakal dilengkapi sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), taman baca, kantin, rumah ibadah, dan sejumlah sarana olahraga yang bisa digunakan untuk umum.
“Karena konsepnya terpadu, jadi bukan hanya ruang terbuka hijau. Tapi juga ruang publik yang ramah anak dan lansia,” tandasnya.
Lebih lanjut diutarakan, sebelum dipublikasikan atau diinformasikan ke masyarakat. Pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok.
“Nanti mereka yang membuka pendaftaranya, diprediksi pendaftaran dibuka akhir bulan ini melaluI BLP, karena Kerangka Acuan Kerja (KAK) minggu ini selesai,”” tuturnya.

Sumber :

1 month ago