PASSAR 2017 Menguak Arsitektur Melalui Budaya

Pameran Selasar Mahasiswa Arsitektur Universitas Mercu Buana 2017 yang disingkat PASSAR 2017 ini berjalan dengan lancar. Tepat pada hari Selasa (26/09) pukul 10.30 acara seminar dimulai di ruang Auditorium Universitas Mercu Buana, Meruya Selatan. Acara ini rutin setiap tahun diadakan oleh mahasiswa arsitektur Universitas Mercu Buana. Para peserta dari berbagai kampus juga hadir dalam acara ini. Mengundang pembicara arsitek profesional seperti Yu Sing Lim dan Riri Yakub sangat memotivasi para peserta yang hadir dalam seminar ini. Ngomong-ngomong soal arsitektur yang berbau budaya memang tidak ada habisnya, Indonesia yang kaya ini memiliki banyak sekali macam-macam arsitektur vernakular yang harus dilestarikan. Yu Sing Lim dan Riri Yakub berbagi tentang material yang digunakan, biaya, cara mengatasi membangun rumah di keadaan Jakarta yang belakangan ini sering sekali banjir, serta lainnya dalam merancang bangunan. Bukan hanya seminar, namun PASSAR 2017 kali ini juga mengadakan Talkshow, Live Sketch, dan lomba fotografi yang hadiahnya sangat menggiurkan. “acara ini mengambil tema budaya karena supaya para arsitek sekarang ini tidak hanya melihat bentuk, tapi juga tetap memikirkan budaya, lihat konteksnya supaya sesuai dengan isu dan kasusnya, baik itu budaya modern maupun tradisional. Karena arsitektur memiliki manusia yang akan mengisi bangunan itu sendiri”, ungkap Tri, selaku wakil pelaksana acara PASSAR 2017. Para peserta juga sangat antusias dengan acara ini. “Acara PASSAR ini adalah salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Arsitektur CIPTA. Tujuan dan harapan dari acara ini yaitu supaya para peserta yang ikut dalam rangkaian acara ini mendapat ilmu yang bermanfaat, memberikan dampak positif untuk kedepannya, dan pulang tidak dengan tangan kosong”, ujar Firda Rosdiawati selaku ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur CIPTA. Dengan acara ini, seluruh peserta dan semua yang terlibat dalam acara ini dapat menyaring ilmu-ilmu dalam merancang sebuah bangunan dengan tetap menggunakan budaya sebagai penerapan pelestarian. Salam arsitek!

Sumber : http://persorientasi.com

3 weeks ago