Menhub Pastikan Pembangunan Bandara NYIA Beroperasi 2019

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melihat langsung progres pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Minggu (8/10/2017) sore. Rombongan mengelilingi lokasi calon bandara untuk melihat land clearing yang telah dilaksanakan.

Menhub juga menggelar pertemuan terbatas dengan PT Angkasa Pura I, PT Pembangunan Perumahan (PP) untuk memastikan Bandara Kulonprogo bisa beroperasi pada 2019 mendatang. “Ini untuk mengecek saja, dan saya lihat progres pembangunannya sangat baik,” ujarnya di sela kunjungan di Desa Palihan, Temon, Kulonprogo.

Menhub mengingatkan semua proses dan tahapan harus dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Permasalahan yang muncul dengan masyarakat harus diselesaikan dengan baik.

Pendekatan persuasif perlu dilakukan agar masyarakat merasakan terayomi. Apalagi dalam proses ganti rugi lahan, kompensasi atas tanah harganya juga baik. “Permasalahan tanah harus diselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Proses pembebasan lahan untuk bandara sudah selesai dengan luasan sekitar 587 hektare. Sementara proses land clearing juga sudah hampir selesai dan tinggal menyisakan sekitar 4% saja.

Beberapa yang belum selesai, karena proses pembangunan rumah untuk relokasi belum kelar. Warga juga masih minta waktu setelah bulan Muharram pada penanggalan hijriyah.

Menhub minta bandara NYIA yang akan menggantikan Bandara Adisutjipto Yogyakarta ini mengakomodir kearifan lokal. Ini dirasakan sangat penting, karena Yogyakarta menjadi destinasi wisata kedua setelah Bali. Sehingga, kearifan lokal harus ditonjolkan, agar wisatawan tertarik untuk datang ke Yogyakarta. “Kearifan lokal merupakan tourism point yang akan menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.

Untuk itulah, PT Angkasa Pura harus mampu menggali nilai-nilai yang ada di masyarakat Yogyakarta. Hal itu juga sudah dilakukan oleh PT AP dengan menggelar diskusi.

Bahkan, ada konsep membangun kampus wisata yang menjadi ciri khas masyarakat Yogyakarta. Bandara NYIA ini diharapkan bias beroperasi pada 2019 mendatang sesuai dengan target yang telah ditentukan. Saat ini, proses integrasi sarana komunikasi juga terus dilakukan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pembebasan lahan untuk jalur KAI, kata Budi akan ditangani kedua BUMN ini. Di mana PT KAI dan PT Angkasa Pura harus membuat kolaborasi kebijakan dalam mewujudkan jalur kereta api menuju ke Bandara. Termasuk pembangunan stasiun yang terintegrasi di dalam bandara, untuk memudahkan calon penumpang datang.

Direktur Tehnik PT Angkasa Pura I, Polana B Pramesti mengatakan permasalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai kearifan lokal sudah terakomodir dalam desain bangunan terminal. Mereka juga sudah tiga kali menggelar forum discusion group dengan tokoh masyarakat, budaya dan sejarawan yang ada di Yogyakarta maupun di Kulonprogo.

Sumber : https://ekbis.sindonews.com

2 months ago