Mempersiapkan Mahasiswa Untuk Pesatnya Industri Ekonomi Kreatif Dalam Sektor Arsitektur dan Desain

“HOW TO GET A GREAT FIRST JOB TO ACCELERATE YOUR CAREER”
Mempersiapkan Mahasiswa Untuk Pesatnya Industri Ekonomi Kreatif
Dalam Sektor Arsitektur dan Desain

Jakarta, 26 Agustus 2016 – Ekonomi kreatif merupakan suatu istilah yang paling sering dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian pada 2016 ini. Karena, ekonomi berbasis daya cipta merupakan konsep yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas. Ekonomi kreatif juga mengandalkan ide dan keluasan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Ivan Ersan Saat Bicara Berbagi Pengalaman Kepada Peserta ARSITALK1Untuk mendongkrak industri ekonomi kreatif maka Kementerian Perindustrian membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang diresmikan 26 Januari 2015 lalu. Salah satu fokus dan rencana Bekraf ke depan adalah menjadikan subsektor arsitektur dan desain menjadi satu cluster atau kelompok tersendiri.
Seperti pernah diterangkan kepala Bekraf, Triawan Munaf, kedepannya Indonesia akan memiliki kurasi desain secara komprehensif sehingga desain dapat lebih maju. Dengan demikian, perkembangan desain akan memengaruhi iklim desain dan kreatifitas.
Sayangnya rencana baik ini belum didukung dengan kesadaran, pengetahuan dan infrasktruktur yang tepat. Sehingga, masih banyak mahasiswa dan lulusan arsitektur belum menyadari konsep ekonomi kreatif yang mengharuskan mereka untuk berpikir kreatif sejak dini.
Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Euis Saedah pernah menjelaskan bahwa sebuah ide akan tetap menjadi ide, jika tidak diikuti dengan ketekunan dan keberanian untuk mengubahnya menjadi produk komoditas yang bernilai. Sesuai dengan gagasan Bekraf maka Arsitag sebagai platform online arsitektur pertama di Indonesia, berprakarsa menyelenggarakan talkshow ARSITALK dengan menyasar mahasiswa arsitektur. Kegiatan yang akan diselenggarakan secara berkala ini diharapkan dapat menjadi motivasi mahasiswa untuk mengiatkan sektor ekonomi kreatif.
ARSITALK ingin memotivasi betapa penting menyiapkan lulusan arsitektur dan desain untuk menjadi tenaga profesional yang mampu berkompetisi di era persaingan global. Arsitag ingin membangun pandangan mahasiswa arsitektur dan desain interior bahwa perlu mengawali karir dan portofolio sejak duduk di bangku kuliah dengan bergabung ke studio arsitektur dan desain.

Berkaca dari negara‐negara maju seperti di Amerika dan Kanada, dimana mahasiswa tingkat akhir mulai proaktif mendatangi firma‐firma arsitektur dan desain untuk membangun karir sejak dini. Diharapkan, para mahasiswa mampu bertransisi ke dunia professional arsitek dengan berlatih membuat portofolio.
“Di Amerika dan Kanada, mahasiswa semester akhir sudah sibuk mencari kerja. Tentu kultur positif seperti ini perlu dicontoh dan diterapkan oleh kaum muda. Jika perlu terintegrasi dengan sistem pendidikan kita,” pungkas Edward Harjanto selaku CEO Arsitag.
ARSITALK bertema “How To Get A Great First Job To Accelerate You Career” yang berlangsung pada Jumat 26 Agustus 2016 bertempat di aula SOD Multipurpose, Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Lebih dari 300 mahasiswa jurusan arsitektur dari berbagai kampus datang menghadiri acara talkshow.

Antusias Mahasiswa Untuk Registrasi Secara Online Sebelum Acara DimulaiArsitag menghadirkan profesional‐profesional arsitek muda berpengalaman seperti Ivan Wirasa Ersan dan Leo Einstein Franciscus. Keduanya berbagi pengalaman yang didapat kepada mahasiswa tentang pentingnya mendapatkan pekerjaan pertama dan membangun karir dibidang konstruksi dan desain.
Menyiapkan portofolio dan nilai yang bagus sejak dibangku kuliah merupakan kunci awal menuju kesuksesan dikala melamar kerja di firma arsitektur. Sudah menjadi standar baku mutu sebuah perusahaan untuk merekrut tenaga‐tenaga baru lulus kuliah yang memiliki prestasi akademis, daya kreatifitas dan mampu bekerja di bawah tekanan dan tenggat waktu.
Seperti diungkapkan oleh Principle Architect dari Einstein & Associates, “Sebagain besar biro konsultan merekrut fresh graduate yang memiliki nilai (prestasi akademik), kreatifitas, dan sanggup menghadapi high pressure. Ketiga aspek itulah yang dilihat sebuah biro arsitektur saat menerima karyawan, yang dibuktikan dengan nilai atau prestasi mereka saat kuliah.”
Pria yang akrab disapa Einstein ini pun menjelaskan bahwa memasuki era ekonomi kreatif, arsitek dan desainer muda harus memacu dan menggali terus daya kreatifitas yang mereka miliki. Sumber inspirasi dapat diperoleh dari kekayaan dan keragaman budaya Indonesia, sehingga arsitek akan mampu berkompetisi dengan profesional arsitek dari luar.
“Sekarang saja sudah ada firma‐firma arsitektur dari luar seperti , DP Architects, SCDA, ONG & ONG, WOHA dari Singapura dan Kengo Kuma dari Jepang,” jelas Einstein mengamini perihal firma arsitek asal luar pasca ditetapkannya MEA.
Einstein mengungkapkan, “Saat ini memang belum terasa. Saya yakin beberapa tahun kedepan akan jauh lebih terasa, karena Indonesia adalah negara yang terus berkembang dalam pembangunan. Tapi, untuk sebuah start up company dampak MEA cukup signifikan.”

Senada dengan Einstein, Ivan Wirasa Ervan arsitek prinsipal dari studio DSN Intervention menerangkan bahwa untuk saat ini ekonomi kreatif merupakan industri yang sangat berkembang di Indonesia, ditambah dengan tantangan adanya MEA. Pastinya Mahasiswa saat ini harus bekerja keras dalam mempersiapkan diri kedepannya.
Jadi, menyiapkan diri dengan segudang prestasi akademik dan kreatifitas disaat kuliah merupakan modal bagi mahasiswa arsitektur dan desain untuk dapat bergabung di firma arsitektur besar. Tentunya memperkaya pengalaman profesional dibidangnya akan menjadi pertimbangan bagi klien untuk meminang jasa arsitek yang dapat dipercaya.

*****
PS.
Bekerjasama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta (FKMAJ), Arsitag akan recara berkala melakukan talkshow ARSITALK ke berbagai kampus dengan tema‐tema seputar arsitektur dan desain. Kegiatan selanjutnya dalam rangkaian ARSITALK 2 adalah seminar “Ace The Interview” dengan pembicara Cosmas Gozali (One Of Architecture Involve In Fortress Europe – Venice Architecture Biennale 2016) pada 9 September mendatang.

August 27, 2016