Lhokseumawe Akan Bangun Museum Sejarah

museum-lhoks-irman

KOTA Lhokseumawe akan segera punya gedung museum sejarah. Pemerintah setempat telah menyediakan anggaran Rp1,8 miliar yang bersumber dari APBK 2014.

Gedung ini rencananya akan dibangun di Mongeudong, Banda Sakti, Lhokseumawe, dikawasan Masjid Islamic Centre.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Ishaq Rizal mengatakan, saat ini paket pembangunan museum itu belum dilelang. Namun, kata dia, pihaknya sudah menyerahkan dokumen kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemko Lhokseumawe agar proyek tersebut segera ditender.

Pantauan ATJEHPOST.com, lahan untuk pembangunan museum ini berada di Jalan T. Hamzah Bendahara, di belakang Masjid Islamic Centre dan Bank Mandiri Lhokseumawe. Di atas lahan itu ada tiga pamplet bertulisan,“Tanah ini milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara seluas 8.643 M2”.

Seperti diketahui, sejumlah aset sempat menjadi sengketa antara pemerintah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Ini terjadi lantaran dulunya Kota Lhokseumawe adalah ibukota Aceh Utara yang kini telah berpindah ke Lhoksukon.

Meski begitu, Ishaq Rizal mengklaim tanah itu tidak bermasalah. “Hana masalah,” katanya. “Dulu (saat Lhokseumawe masih menjadi ibukota Kabupaten Aceh Utara), di sana ada Museum Aceh Utara. Tahun ini akan kita bangun kembali museum di tempat itu, Museum Lhokseumawe”.

Di museum itu, kata dia, nantinya akan dipamerkan barang-barang purbakala atau peninggalan sejarah, termasuk yang ditemukan oleh masyarakat.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Cisah (Centre Informasi for Samudra Pasai Heritage) yang selama ini melakukan penelitian di Lhokseumawe,” ujar Ishaq Rizal.

Berdasarkan penjelasan pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, museum merupakan lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi berupa benda, bangunan, dan/atau struktur yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, atau yang bukan cagar budaya, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat.

Sementara menurut International Council of Museum (ICOM), museum adalah lembaga permanen yang tidak mencari keuntungan, diabdikan untuk kepentingan dan pembangunan masyarakat, serta terbuka untuk umum. Museum mengumpulkan, melestarikan, mengkomunikasikan, dan memamerkan bukti-bukti bendawi alam dan lingkungan untuk tujuan studi, pendidikan, dan kesenangan.[]

sumber berita : http://atjehpost.com/articles/read/3915/Lhokseumawe-Akan-Bangun-Museum-Sejarah

6 years ago