Karya-Karya Arsitek Legendaris “Ir. Liem Bwan Tjie” Dipamerkan

liem-bwan-tjie

Kota Malang punya seorang arsitek legendaris generasi pertama Indonesia lulusan Belanda. Namanya Liem Bwan Tjie. Salah satu karya monumentalnya adalah rumah tinggal bangsawan bernama The Bo Djwan tepat di seberang Museum Brawijaya.

Gedung yang dibangun 1930 itu dinobatkan sebagai rumah terbaik di era itu. Bahkan, pernah dijadikan galeri Batik Semar. ”Hal-hal semacam ini yang justru tidak banyak diketahui orang Indonesia, khususnya orang Malang sendiri,” terang Ruben Tangido, salah satu panitia pameran Arsitektur Generasi Pertama di Museum Brawijaya, Sabtu (9/5) akhir pekan lalu. Pameran tersebut berakhir kemarin (10/5).

Selain rancangan Liem Bwan Tjie, dalam pameran yang ditukangi Ikatan Arsitek Indonesia tersebut menampilkan sekitar 50 panel karya arsitektur generasi pertama. Di antaranya Han Awal, Frederich Silaban, dan Soejoedi. Rancangan yang ditampilkan adalah site plan dari bangunan-bangunan legendaris. Salah satunya Masjid Istiqlal karya Frederich Silaban dan Gedung Conefo (sekarang gedung MPR-DPR RI).

Ruben mengatakan, lewat pameran ini, pihaknya ingin lebih mendekatkan aristektur kepada masyarakat. Karena sebenarnya arsitektur bisa digunakan untuk sarana membangun nasionalisme, seperti pada era Presiden Soekarno. ”Selama ini arsitektur dianggap kaku. Karena itu kami ingin mengenalkan dengan cara yang unik dan beda,” terang dia.

Salah satunya menggelar pameran di bangunan kuno yang terbilang seram, yakni Lawang Sewu di Semarang. ”Di Malang, kami menggelar nonton bareng film arsitektur dengan konsep merakyat. Yakni lesehan bersama di lapangan dekat Museum Brawijaya,” tandas dia.

Salah satu pengunjung, Abdul Ghofar dari SMAN 7 Malang mengatakan, pameran arsitektur tersebut bagus. Sebab, ada sisi yang hampir sama dengan pelajaran kesenian yang dia terima di sekolah. ”Memuat tentang perspektif. Jadi di pameran ini bisa belajar sedikit mengenai perspektif,” ucapnya.



Sumber Berita : http://radarmalang.co.id/


5 years ago