Jadi Contoh Desa yang Menjaga Lingkungan, Desa Wisata Pemuteran Raih Penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award 2017

SEJUMLAH desa wisata dari berbagai daerah mendapatkan penghargaan pariwisata dalam Indonesia Sustainable Tourism Award 2017 pada Rabu malam. Salah satunya adalah Desa Wisata Pemuteran di Buleleng, Bali.

Desa Wisata Pemuteran berhasil meraih juara pertama dalam kategori lingkungan. Desa wisata yang berada di pesisir utara Bali ini memang sudah dikenal dengan pemanfaatan lingkungannya untuk masyarakat.

I Gusti Agung Prana, seorang tokoh perintis Desa Wisata Pemuteran menjelaskan, desa ini memiliki potensi unggulan dalam eco-tourism. Keindahan lansekap yang memesona menjadi daya tarik sendiri bagi Desa Wisata Pemuteran.

“Desa ini punya potensi unggulan lansekap alam dan budaya. Ada gunung dan lautnya, yang kita lestarikan dengan terumbu karang dan salah satu marine park terbaik di dunia,” jelas Agung Prana saat ditemui Okezone pada malam Apresiasi Pesona Destinasi Pariwisata Indonesia 2017 di Jakarta Selatan, Rabu 27 September 2017.

Agung Prana melanjutkan, terumbu karang yang terdapat di Desa Wisata Pemuteran ini adalah salah satu yang terkaya di dunia. Dahulu, desa ini memiliki kerusakan lingkungan yang hebat, di mana para penduduknya yang sebagian besar nelayan menangkap ikan dengan cara yang merusak lingkungan.

Namun sejak tahun 1990, Agung Prana mengajak penduduk desa tersebut agar memenuhi kebutuhan hidup dengan tetap peduli pada lingkungan. Hingga kini, Desa Wisata Pemuteran dikenal sebagai contoh desa yang mengedepankan lingkungan.

“Budaya masyarakat yang sadar itu adalah potensi, mereka yang jaga. Mereka bentuk tim pecalang laut, nelayan meningkat, dan pariwisata berkembang,” tutur Agung Prana.

Desa Wisata Pemuteran kini dihuni oleh sekira 2.000 kepala keluarga. Agung mengatakan, penghargaan ini akan digunakan untuk memupuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan secara kolektif.

“Ini sudah berjalan dua generasi. Awalnya desa ini ditemukan dalam lingkungan masyarakat yang putus asa dengan kemiskinan. Namun kami ubah dengan membangun kesadaran,” lanjut Agung Prana.

Kini, Desa Wisata Pemuteran telah menjadi inspirasi bagi banyak desa lainnya untuk melakukan hal yang sama. Bahkan, desa ini sering menjadi tujuan beberapa universitas dari Amerika dan Eropa untuk melakukan penelitian.

“Jadi mereka belajar tentang pemberdayaan masyarakat. Mendorong mereka untuk menjaga lingkungannya. Sampahnya, lautnya jangan dibom, pohon jangan ditebang. Kesadaran seperti itu yang ditanamkan,” jelas Agung Prana.

Jika ingin berkunjung ke Desa Wisata Pemuteran, desa ini terletak di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Anda bisa menjangkaunya dengan menempuh jarak 144 kilometer dengan waktu tempuh sekira 4 jam dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sumber : https://lifestyle.okezone.com

4 weeks ago