Gaya Arsitektur Gedung Gereja Ini Memadukan Tiga Unsur

embangunan gedung Gereja Katedral yang baru di Keuskupan Agung Samarinda, resmi dimulai Kamis (14/9/2017) hari ini. Gedung tiga lantai ini dibangun dengan luas bangunan utama 10.974,42 meter persegi dan luas rencana bangunan 5.399,76 meter persegi.
Kepada tribunkaltim.co, RD Moses Komela Avan, Pastor Paroki Katedral yang juga Penanggung Jawab Pembangunan menjelaskan, Gereja Katedral yang akan dibangun rencananya dalam satu kesatuan yakni Gereja Katedral dan Pastoran Paroki Katedral.

Khusus basement atau lantai I difungsikan untuk parkir kendaraan, pos jaga, rumah genset, dan toilet umum. Lantai II merupakan ruang ibadah. Di level ini pula akan dibangun Gua Maria, ruang Adorasi, ruang Sakristi, ruang Misdinar, ruang Pengakuan dan toilet. Sedangkan lantai III atau balkon juga merupakan tempat ibadah dan juga ruang kontrol sound system.

Gedung gereja ini berkapasitas 1.914 tempat duduk. “Namun pada perayaan hari raya, basement dapat digunakan sehingga semua umat dapat berhimpun. Jadi total kapasitas kurang lebih 3.000 tempat duduk,” ujar Pastor Moses.
Mengenai arsitektur, kata Pastor Moses, Gereja Katedral ini bergaya arsitektur Gothic Kontemporer Inkulturatif. Gothic yakni salah satu arsitektur klasik Gereja Katolik abad pertengahan tengah-akhir yang mewakili sifat universalitas dari gereja Katolik. Kontemporer yakni adaptasi perkembangan arsitektur kontemporer atau modern. Sedangkan Inkulturatif adalah mengintegrasikan ciri budaya lokal khas Kalimantan Timur baik di eksterior maupun interior.

Pembiayaan pembangunan gereja ini, kata Pastor Moses, sebagian besar dibantu oleh Pemprov Kaltim. Juga ada partisipasi umat Keuskupan Agung Samarinda dan para donatur.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com

3 months ago