Ciri Khas Bangunan Belanda

Di beberapa tempat di Indonesia khusunya, keberadaan rumah atau bangunan belanda masih banyak kita jumpai. Bangunan – bangunan tersebut adalah salah satu bukti jejak kolonialisme Belanda pada masa lampau. Banyak bangunan – bangunan tersebut yang masih di rawat utuh dan ada juga yang di tinggali. Rumah belanda memiliki karakteristik yang kuat dan nilai historis yang mendalam. Desain karakteristik ini mampu memberikan kesan hubungan dengan masa lampau. Jadi tak ada salahnya banyak orang yang beranggapan rumah belanda identik dengan kesan yang angker.

Arsitektur dan Desain

Ciri khas arsitektural dari rumah Belanda yang paling Nampak adalah penggunaan roof, Selain itu, tampilan muka rumah Belanda eksterior atau fasad yang cenderung simetris, meski ada juga beberapa rumah Belanda yang mengaplikasikan fasad asimetris tersendiri. Fasad biasanya berupa segi empat, segi lima, atau segi enam. Pintu masuk bisa di bangun pada bagian tengah fasad, bisa juga berada di tepi kanan. Ciri lain dari desain arsitektural rumah Belanda ini adalah biasanya mempunyai dinding yang cukup tebal.Tak jarang, desain inilah yang membuat secara tak langsung memberikan kesan dingin ketika masuk di dalamnya, meskipun kondisi cuaca saat itu panas yang cukup terik. Kehebatan desain ini juga ada pada permainan benang-benangan yang tegas serta lebih banyak dalam mengekspos detail arsitektur dengan ketelitian tingkat tinggi.

Denah ruangan pada rumah Belanda tak jauh bedanya dengan denah ruangan pada rumah biasa, di mana terdapat area makan, area keluarga, kamar tidur, dan kamar tamu. Lantai atas biasa digunakan untuk kamar anak. Di tengah – tengah ruangan, terdapat area sentral yang langsung mengarah ke ruang – ruang utama dalam rumah tersebut.

Karya Seni

Rumah Belanda sendiri juga mempunya nilai seni yang terpampang di beberapa sudut ruangan. Salah satunya adalah lukisan dari cat minyak, karena di tempo dulu Belanda tengah gemar sekali melakukan eksplorasi ke berbagai tempat di dunia lewat jalur laut, tak jarang dalam hal karya seni pun pemandangan laut paling sering ditemukan pada lukisan – lukisan Belanda. Tak heran, lukisan yang paling populer kala itu adalah lukisan bertema maritim.

Rumah Belanda sendiri kalau di lihat dari segi desain dan karakternya sendiri juga memiliki keuntungan dan kerugiannya,

Keuntungan dari bangunan Belanda

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Karakter desain rumah Belanda biasanya tidak terlalu tinggi dan jarang dibuat bertingkat. Kalaupun dibuat bertingkat, mereka lebih senang menerapkan bangunan 1, 5 lantai, di mana lantai atas tidak sebesar lantai bawah. Dengan desainnya cenderung stabil, tradisional, namun mampu memberi kesan yang nyaman. Dengan ukuran bangunan yang tak terlalu tinggi, rumah Belanda cocok sebagai tempat tinggal keluarga dengan anak kecil yang tengah sedang tumbuh berkembang.Selain itu dengan atapnya sedikit melengkung yang ada pada rumah Belanda juga memberikan keuntungan tersendiri. Kita bisa lebih mudah menambahkan lantai tanpa terbebani oleh biaya yang terlalu besar.

Kerugian dan kelemahan bangunan Belanda

Kelemahan karakter rumah Belanda yaitu denah ruang yang masih mengikuti gaya tradisional, dengan area makan yang terpisah, sehingga kurang sesuai dengan tren masa sekarang yang serba kasual dan simple. Kelemahan lainnya adalah posisi kamar tidur yang ada di lantai dua. Bagi keluarga yang tinggal dengan orang yang sudah jompo, lokasi kamar tidur di lantai atas tentu dianggap kurang tepat dan menyulitkan orang tua ketika ingin beraktifitas. Di samping kedua hal di atas, kekurangan lain dari rumah tradisional Belanda adalah keberadaan serambi atau porch. Kadang, serambi ini dibuat terlalu besar, namun diposisikan di tempat yang tidak strategis. Bahkan, porch ini lebih sering dibiarkan kosong dan jarang digunakan.

Sumber Tulisan : http://arsitekturcorner.com/

April 5, 2016