CAGAR BUDAYA SOLO: Kemegahan Arsitektur Stasiun Solo Jebres Jadi Daya Tarik Wisatawan

Pernah singgah di Stasiun Solo Jebres (Stasiun Jebres)? Tahukah kamu, jika stasiun kereta api ini sudah dilabeli sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Stasiun ini masih aktif dilewati kereta api. Bangunannya yang klasik masih berdiri kokoh hingga sekarang. Penumpang yang singgah di Stasiun Jebres bisa melihat suasana bangunan tua. Lalu bisa beli jajanan khas Solo atau souvenir di pasar atau toko di sekitar stasiun.

Kita tahu,  Solo mempunyai 4 stasiun besar dan mempunyai sejarah penting, yaitu Stasiun Purwosari (1875), Stasiun Jebres (1885), Stasiun Solo Balapan (1910), dan Stasiun Sangkrah (1922). Dari keempat stasiun itu yang semuanya berada di tengah kota, Stasiun Jebres bisa dikatakan paling unik, karena memiliki gaya arsitektur kolonial yang indah. Stasiun Jebres terletak di Jalan Ledoksari, Purwadiningratan, Jebres, Surakarta, atau ke arah timur dari Jl. Urip Sumoharjo. Stasiun ini berada di bawah manajemen PT Kereta Api Daerah Operasi 6 Yogyakarta.

Stasiun Jebres dibangun 1884 oleh Pemerintah Kasunanan Surakarta melalui perusahaan kereta api Hindia Belanda Staats Spoorwegen (SS). Hadirnya jalur kereta api yang melintas di Kota Solo ini tidak terlepas dari eksistensi Solo sebagai kota kerajaan (Kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran). Pemerintah Hindia Belanda perlu melancarkan diplomasi dengan kerajaan yang ada di Kota Solo itu.

Kepentingan diplomasi ini mengalami perubahan menjadi kepentingan transportasi manusia yang kemudian juga dimanfaatkan mengangkut komoditas perkebunan, seperti  tembakau, gula, kopi dan lain-lain. Mangkunegaran memiliki industri gula, yaitu Pabrik Gula Colomadu dan Tasikmadu, sedangkan Kasunanan Surakarta memiliki industri gula di Pabrik Gula Gondang Winangoen serta komoditas tembakau vorstenlanden untuk bahan baku cerutu dari Klaten.

Stasiun Jebres ini  mempunyai arsitektur megah dengan gaya arsitektur Indische Empire. Bangunannya berbentuk persegi panjang simetris dengan dua jendela melengkung di atas dua pintu utama menuju ke hall stasiun. Fasad atau eksteriornya memiliki detail dan banyak dipengaruhi aliran Neo-Klasik. Interiornya begitu indah dengan hadirnya pilar-pilar bergaya Corynthian Yunani maupun jeruji besi pada jendelanya yang bergaya Art Nouveau ala Belgia.

3683galeri_stasiun_jebres2

Bangunan yang memiliki nilai dan sejarah penting ini telah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya (BCB) melalui Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta Nomor: 646/116/I/1997 dengan cagar budaya No. 13-25/C/Jb/2012. Sebagai cagar budaya, Stasiun Solo Jebres menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara. Keindahan dan keunikan bangunannya  menjadi daya tarik tersendiri.

Mereka yang tidak naik kereta api pun meluangkan waktunya berkunjung ke stasiun ini.  Saat ini Stasiun Jebres menjadi salah satu stasiun induk untuk transportasi kelas ekonomi dengan tujuan Jakarta dan Surabaya serta sebagai stasiun barang atau kargo ke beberapa kota serta sebagai salah satu stasiun destinasi wisata ke Kota Solo.

Teks : Sinta Darmastri (berbagai sumber)

Foto : surakarta.go.id, kereta-api.co.id

Sumber Tulisan : http://koranjitu.com/

2 years ago