Antusiasme Indonesia Terhadap Sustainable Construction Melalui Kompetisi Holcim Awards 4th Cycle

Photo 1Jakarta, 1 Maret 2014 – Industri konstruksi berperan besar dalam mendukung perkembangan lingkungan dan masyarakat. Tidak hanya berpotensi sebagai tempat beraktivitas, bangunan yang baik akan mampu meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Menyadari pentingnya peran sebuah bangunan dalam tata kota, Holcim Foundation, sebuah lembaga non-profit Holcim Group, menyelenggarakan Holcim Awards, sebuah kompetisi global yang bertujuan mencari proyek maupun ide yang menerapkan konsep sustainable construction. Kompetisi yang telah berlangsung untuk ke-4 kalinya ini mengajak semua pihak untuk memahami dan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan untuk proyek mereka.

“Sejalan dengan visi Holcim yaitu membangun solusi berkelanjutan bagi masa depan masyarakat kita, kami ingin agar proses pembangunan yang terjadi tetap memperhatikan kebutuhan generasi yang akan datang. Bangunan yang baik harus memberikan ruang untuk resapan air, selain itu rancangannya juga harus mampu menghemat energi yang digunakan. Oleh karenanya kami tergerak untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai sustainable construction melalui kompetisi Holcim Awards yang kami selenggarakan.” Ujar Juhans Suryantan, Vice President Sales Holcim Indonesia.

Kompetisi Holcim Awards memperhatikan aspek 5P yaitu Progress, People, Planet, Prosperity, dan Proficiency. Aspek 5P tersebut menuntut rencana pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan serta memberdayakan sekitarnya, memperhatikan kelestarian sumber daya alam, mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan, serta tetap memperhatikan estetika tata ruang publik.

Kompetisi Holcim Awards 4th Cycle yang diselenggarakan tahun ini memiliki total hadiah USD 2 Juta dengan dua kategori utama yaitu Holcim Awards Main Category dan Next Generations. Semua insinyur, arsitek, kontraktor, pemilik proyek yang menunjukkan kepedulian untuk menerapkan konsep sustainable construction untuk proyek bangunan mereka dapat mengikuti kompetisi ini. Selain itu Holcim juga memberi kesempatan bagi para mahasiswa dan profesional muda untuk menuangkan ide mereka mengenai rancang bangun yang memiliki konsep sustainable constructions untuk masuk kedalam kompetisi melalui kategori  Next Generations.

“Indonesia merupakan negara dengan potensi yang besar dalam mengembangkan ide-ide sustainable construction. Hal ini turut didukung dengan proses pembangunan yang pesat.  Sayangnya saat ini masih banyak pihak yang kurang memperhatikan konsep berkesinambungan yang baik. Sebagai contoh jumlah green building di Indonesia masih sangat minim. Biaya investasi pembangunan yang tinggi sering menjadi kendalanya. Padahal dengan penambahan biaya investasi sebesar 5% penggunaan energi yang dihemat bisa mencapai hingga 50%.  Selain itu masih banyak bangunan yang tidak memperhatikan area resapan air, hal ini menyebabkan potensi banjir yang tinggi saat musim hujan tiba. Ujar Gunawan Tjahjono, Pakar Arsitektur dan Dosen Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Indonesia.

Ranidia Leeman, Commercial Building Solution Manager Holcim Indonesia mengatakan, Holcim berharap dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang ada melalui penerapan sustainable construction. Terutama dari ide yang dihasilkan pada kompetisi Holcim Awards. Indonesia sendiri memiliki potensi yang besar. Saat ini jumlah peserta dari Indonesia adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan negara lain di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia antusias terhadap konsep sustainable construction. Salah satu hal yang menggembirakan tahun ini peserta di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk bersaing dalam tingkat nasional. Sama seperti kompetisi ditingkat global, kompetisi tingkat nasional ini dibagi menjadi dua kategori yaitu Main Category dan Next Generations. Sebagai bentuk penghargaan, panitia mempersiapkan hadiah berupa perjalanan ke Singapura dan Swiss serta uang tunai puluhan juta rupiah bagi pemenang.”

Dalam Holcim Awards kali ini, untuk pertama kalinya upacara pengumuman pemenang dari kawasan Asia Pasifik akan dilakukan di Jakarta, Indonesia. Jakarta sendiri terpilih menjadi tuan rumah karena merupakan ibu kota Indonesia yang memiliki populasi besar dan terus tumbuh di Asia Pasifik, sehingga berpotensi mengeluarkan banyak ide-ide sustainable construction yang inovatif.

“Semoga dengan penyelenggaraan acara penganugerahan di Jakarta pada bulan November mendatang akan memicu semua pihak untuk menunjukkan komitmennya terhadap konsep pembangunan yang berkelanjutan. Holcim Indonesia sendiri berharap peserta dari Indonesia mampu mencetak prestasi di ajang ini sekaligus menjadi contoh bagi peserta dari negara lainnya.” Tutup Ranidia.

 

Tentang PT Holcim Indonesia Tbk

PT Holcim Indonesia Tbk  (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki dan dikelola oleh Holcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 85,000 karyawan dan kapasitas produksi di lebih dari 70 negara mencapai lebih dari 170 juta ton semen.

PT Holcim Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia dengan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan dua pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  di Cilacap, Jawa Tengah, dan fasilitas penggilingan semen di Ciwandan, Banten dengan total kapasitas  gabungan per tahun 9,1 juta ton semen. Saat ini sedang dilaksanakan pembangunan pabrik ke 3 di Tuban – Jawa Timur dengan kapasitas 1.7 Juta ton klinker. dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang.

PT Holcim Indonesia Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan gerai Solusi Rumah – di gerai ini pelanggan dapat memperoleh beragam rancang-bangun rumah, memilih bahan bangunan, berkonsultasi dengan pakar konstruksi dan mengajukan kredit pemilikan rumah. Semua kemudahan tersebut dapat diperoleh di satu tempat.

 

4 years ago